Bunga Terakhir di Ujung Pintu


Sebelum lelaki itu benar-benar pergi ke suatu tempat, antara kamu dan dirinya menjadi suatu hal yang mustahil. Lelaki itu menolak saat kamu hendak memeluknya, kamu paham. Paham kalau ada cincin emas pertunangan di jari manismu. Kamu sudah milik orang lain. Bukan lelaki itu.

“Cintaku seperti bunga terakhir itu!” teriak lelaki itu sambil melambaikan tangan di jendela bus yang mulai perlahan meninggalkan terminal sambil melepas senyumannya yang terakhir kali. Kamu suka dengan sifat lelaki itu yang selalu ceria, menganggap semuanya akan baik-baik saja_Bunga Terakhir.

Buku ini adalah kumpulan cerpen karya seorang santri Pondok Pesantren Sidogiri. Dalam antologi cerpen ini, banyak kisah inspiratif, kisah cinta, dan motivasi yang dapat kita ambil sebagai pelajaran kehidupan. 

Judul: Bunga Terakhir di Ujung Pintu (Antologi Puisi)
Penulis: Kalamullah
Penerbit: Titah Surga 2017
Tebal: vi + 130 hlm
Ukuran: 130 x 200 mm
logoblog
Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment