Jihad Literasi



Buku berjudul Jihad Literasi, berkisah mengenai gerakan literasi dalam bentuk paling populis, yakni komunitas. Terdapat dua model gerakan literasi di Indonesia, yang pertama menggunakan model perpustakaan informal seperti Taman Baca Masyarakat (TBM). Kedua, menggunakan model komunitas atau kolektif. Dua jenis model gerakan literasi ini sebenarnya juga diselingi oleh kehadiran jenis gerakan literasi lainnya yang digerakkan oleh individu-individu.

Buku Jihad Literasi membahas mengenai gerakan literasi model komunitas. Bagaimana komunitas literasi mengembangkan gerakannya? Bagaimana cara komunitas literasi menemukan kreatifitasnya? Dua pertanyaan inilah pertanyaan yang akan dijawab. 

Karya Fauzan ini adalah ilustrasi hidup dan dinamika komunitas yang ditulis ‘tanpa beban’. Gaya bebasnya menjadi ciri khas yang berpesan bahwa seseorang harus dan bisa keluar dari ortodoksi tulisan yang bisa saja jatuh pada model gaya menulis profil yang lebay dan hiperealitas. Sajian khas ala kehidupan sehari-hari di lingkungan komunitas khususnya di RBK yang sedang mengamalkan cara hidup apresiatif.

Di dalam tindakan-tindakan kecil apresiatif beberapa hal yang telah disajikan secara maknawi dalam ilustrasi Fauzan sangat mewakilinya seperti bagaimana pikiran adil, menghargai perbedaan, melakukan tindakan kecil kebaikan, berbagi, dan bergaul dengan siapa saja untuk memberikan kekuatan pada aktifitas sosial keseharian. Tindakan-tindakan positif yang berdaya tahan bukan hanya menjadi kekuatan revolutif, tetapi juga sebagai bentuk pertahanan dari gilasan sejarah ‘kebusukan’ kapitalisme dan segala pirantinya. Tentu kita tak perlu menghabiskan energi untuk mengutuk tetapi hal-hal kecil yang diperjuangkan sehari-hari untuk menambah mashlahat hidup bersama adalah upaya nyata untuk menyalakan api—di saat yang sama adalah merencanakan tatanan hidup yang adil sejak dalam pikiran.
logoblog
Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment