Terbitkan Tesis dan Disertasi Jadi Buku


Di tengah kemajuan dunia, tingkat kebutuhan pendidikan pun sangat meningkat. Target pendidikan masyarakat kita saat ini bukan hanya sarjana, tetapi sudah meningkat ke pascasarjana. Standar kompetensi kepegawaiannya pun, ternyata ikut menuntut masyarakat untuk meningkatkan kebutuhan pendidikannya. Karenanya, menjamurlah berbagai jurusan pascasarjana di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Dengan begitu, pengalaman riset dan menulis pun meningkat secara drastic dan dramatis, sebab kita dipaksa untuk menjadi mahasiswa yang memiliki kualitas di atas rata-rata seorang sarjana.

Tugas pembuatan makalah maupun proposal penelitian pun bertambah. Hal ini tentu saja sangat menunjang latihan atau persiapan memenuhi kewajiban seorang mahasiswa pascasarjana, yaitu menulis tesis maupun disertasi bagi yang menginjak program doctoral. Kesibukan di luar tugas pekerjaan sehari-hari pun menjadi bertambah, yaitu lebih rajin ke perpustakaan, minimal untuk menambah referensi keilmuan yang dibutuhkan, sesuai jurusan yang dipilih.

Pekerjaan menyelesaikan tesis mapun disertasi tentu menghabiskan tenaga dan biaya. Akan tetapi, tidak banyak yang berpikir bahwa setelah selesai mengerjakan salah satu atau keduanya, kita dapat mempublikasikannya menjadi sebuah buku yang dapat dibaca oleh khalayak ramai. Ya, semestinya kita sudah mulai memikirkan cara menerbitkan tesis dan disertasi, sehingga seakan-akan hanya bisa dibaca oleh mahasiswa angkatan sesudah kita.

Memang benar, telah banyak buku yang terbit dari hasil olahan sebuah tesis atau disertasi. Akan tetapi, kebanyakan penerbit hanya mau mempublikasikan tema-tema yang dianggap memiliki pasar. Padahal, sebenarnya banyak masyarakat kita yang juga membutuhkan bacaan berkualitas semisal tesis dan disertasi.

Lalu, bagaimana sebenarnya menerbitkan tesis atau disertasi? Kita bisa menerbitkan tesis atau disertasi sendiri. Dengan kata lain menggunakan biaya sendiri melalui model Publishing on Demand. Penerbitan buku model ini tidak perlu melakukan cetak hingga ribuan eksemplar. Kita bisa mencetak buku hanya dengan puluhan atau ratusan eksemplar. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk promosi awal atau contoh yang akan ditawarkan kepada pembeli, termasuk perpustakaan-perpustakaan. Jika permintaan ternyata lumayan tinggi, kita bisa melakukan cetak ulang.

Model menerbitkan semacam ini tentu lebih mudah dan lebih kecil resikonya, sebab kita bisa memantau sendiri penjualan buku kita. Untuk memasarkannya, kita bisa memanfaatkan internet, terutama melalui jejering sosial atau blog pribadi, jika memiliki. Untuk mengetahui model Publishing on Demand, silakan kunjungi halaman berikut: Publishing on Demand.
logoblog
Previous
« Prev Post